BERIMAN TANPA RASA TAKUT
Sekapur Sirih
SETIAP AGAMA yang hadir di muka bumi selalu membawa harapan hidup
yang lebih baik bagi setiap pemeluknya. Merosot dan jayanya suatu agama
sangat bergantung pada seberapa besar umatnya meyakini dan mengakui
kebesaran harapan hidup yang lebih baik tersebut. Harapan yang
terpenuhi akan semakin memperkuat keyakinannya pada agama yang
dipeluknya. Sebaliknya, harapan yang “tak terpenuhi” akan meruntuhkan
panji-panji keyakinannya.
Islam dengan misi
rahmatan lil ‘alamin
memberikan rahmat bagi seluruh alam dengan tidak mendiskriminasikan
umatnya karena perbedaan kelamin, suku, warna kulit, bentuk tubuh,
usia, pandangan politik, etnis, ras, agama, orientasi seksual, dan
perbedaan-perbedaan lainnya. Para mufassir (ahli tafsir) tidak ada yang
memiliki pemahaman yang berbeda tentang misi Islam, tetapi problem
muncul ketika para mufassir memahami ayat-ayat lain dalam Al-Quran dan
hadis-hadis yang disabdakan oleh Rasulullah Saw. Sebut saja yang
berkaitan dengan orientasi seksual terhadap sesama jenis dan segala
aspek kehidupannya. Dalam persoalan inilah “Islam menjadi bencana bagi
kaum homoseksual”. Karena para mufassir mayoritas memahami ayat-ayat
tentang homoseksualitas dengan perspektif bias heteronormativitas,
sehingga kaum homoseksual (lesbian dan gay) berada pada kelompok yang
dianggap menyimpang, dan memiliki konflik dalam beragama.
Kajian-kajian mutakhir tentang homoseksualitas mulai menyentuh “ tafsir
klasik” dan mengundang agamawan untuk menggunakan pisau analisis ilmu
sosial, gender, hak asasi manusia, dan ilmu keislaman murni.
Di antaranya adalah Irshad Manji. Dia adalah feminis muslimah yang menulis buku yang berjudul
Beriman Tanpa Rasa Takut
yang sekarang ada di tangan Anda ini. Buku ini perlu dibaca dan
dipahami secara kritis, didialogkan secara sehat dan berkeadilan. Nasr
Hamed Abu-Zeid menyatakan bahwa realitas sosial adalah dasar dan tidak
mungkin diabaikan. Dari realitas sosial lahirlah teks. Dari bahasa dan
kebudayaan teks terbangunlah sistem. Realitas adalah yang pertama,
kedua dan yang terakhir. Mengabaikan realitas karena mempertimbangkan
teks yang beku tanpa perubahan atas pemaknaannya akan menjadikan teks
sebagai sebuah legenda (Nasr Hamed Abu-Zeid dalam bukunya
Naqd Al-Khitab Al-Diniy).
Untuk itu, kehadiran buku ini diharapkan dapat menambah khazanah
keilmuan dan wacana keislaman, seksualitas dari perspektif kritis,
kontekstual, dan kemanusiaan.
Terima kasih saya ucapan kepada semua pihak yang memberikan sumbangsih
dalam proses penerbitan buku ini. Terutama kepada Sdri. Irshad Manji
yang telah memberikan izin untuk menerbitkan bukunya ke dalam edisi
bahasa Indonesia; Sdri. Herlina dari Lembayung Institute yang telah
menerjemahkannya; Sdr. Ahmad Suaedi yang bersedia membaca ulang
terjemahan Sdri. Herlina; Kiai Husein Muhammad yang memberikan catatan
pendamping secara kritis atas pemikiran Manji; para endorser dengan
komentar-komentarnya atas buku ini. Yang tak kalah penting, kepada Nun
Publisher atas kerja sama baiknya dalam proses penerbitan buku ini;
teman-teman Koalisi Perempuan Indonesia yang mendukung pentingnya
penerbitan buku ini, terutama kepada Sdri. RR. Sri Agustine dan Mike V.
Tangka yang turut memproses dengan baik hingga buku ini bisa dinikmati
oleh pembaca di Indonesia.
Jakarta, Januari 2008
Masruchah
Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia
- Kata Pengantar oleh Profesor Khaleel Mohammed
- Sekapur Sirih
- Catatan Pengarang
- Surat Terbuka
- Bab 1 - Kenapa Aku Menjadi Muslim Refusenik?
- Bab 2 - Tujuh Puluh Perawan?
- Bab 3 - Kapan Umat Islam Berhenti Berpikir?
- Bab 4 - Gerbang dan Korset
- Bab 5 - Siapa Mengkhianati Siapa?
- Bab 6 - Wilayah-wilayah Rawan dalam Islam
- Bab 7 - Operasi Ijtihad
- Bab 8 - Kaum Muslim Perlu Bersikap Jujur
- Bab 9 - Terima Kasih kepada Peradaban Barat
- Kata Penutup
- Bacaan-bacaan yang Dianjurkan
- Ucapan Terima Kasih
- Tentang Pengarang
Documentary

Irshad's PBS Documentary: Faith Without Fear follows my journey around the world to reconcile Islam and freedom.
Learn More and View Clips...
Buy Now in the USA
Buy Now in Canada
Get Involved

Irshad is pioneering efforts throughout the world to promote Muslim reform and moral courage. To join her mission, first get informed about all that she's doing.
Click here for concrete actions you can take to support Irshad's work.
Get Updates
Want to sign up for Irshad's confidential mailing list?
Click here to go to the subscribe page.
![]()
Click here to see photos of Irshad's latest
events and read her newsletters.
Around the Web
Join conversations about Muslim reform and moral courage around the web.
Click the links below to get involved:




